Sebenarnya nasabah pinjaman online juga memiliki perlindungan hukum sama seperti nasabah lembaga hukum lainnya. Apalagi setiap nasabah juga berkaitan dengan harus melakukan kewajiban yang sudah diatur oleh peraturan dan persyaratan tertentu.

Ini yang membuat perlindungan yang diberikan nasabah pinjaman online juga perlu diketahui secara rinci. Hal yang lebih penting lagi tentu saja nasabah juga harus terbebas dari intimidasi yang dilakukan pihak pinjaman online illegal.

Kondisi seperti ini memang memberikan nilai kerugian yang sangat besar khususnya bagi para nasabah. Cobalah untuk memahami seluruh perlindungan nasabah pinjaman online yang didapatkan sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan itu.

Lembaga yang memberikan perlindungan nasabah pinjaman online

nasabah pinjaman online

Sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan dari pinjaman online sebaiknya pertimbangkan seluruh perlindungan yang anda dapatkan. Apalagi hal ini juga berkaitan langsung dengan keamanan data yang anda miliki.

Penyedia jasa pinjaman online seringkali melakukan intimidasi saat nasabah mengalami gagal bayar. Selain itu, seluruh kewajiban yang harus dipenuhi untuk membayarkan cicilan juga diatur oleh peraturan yang berlaku.

Bahkan, nominal dari bunga yang diterapkan untuk setiap pinjaman tidak terlalu memberatkan. Namun, and aharus ingat bahwa perlindungan seperti ini hanya ditujukan bagi penyedia jasa pinjaman yang legal. Ada beberapa lembaga yang mendukung perlindungan nasabah pinjaman online seperti:

1. OJK

Ini merupakan lembaga yang berasal dari pemerintah. Otoritas Jasa Keuangan menjadi regulator sekaligus pengawas dari seluruh kegiatan yang dilakukan penyedia jasa pinjaman online. Ada banyak aturan yang sudah diterbitkan untuk memberikan perlindungan bagi para nasabah pinjaman online.

Selain itu, para penyedia jasa pinjaman juga harus tunduk terhadap seluruh ketentuan yang telah ditetapkan. Bahkan, OJK juga memberikan saran kepada para nasabah untuk mengikuti peraturan yang telah ditetapkan. Hal yang lebih penting tentu saja seluruh pinjaman online harus terdaftar dan dibawah pengawasan OJK.

2. AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia)

Ini merupakan asosiasi yang juga turut memberikan perlindungan kepada para nasabah. Asosiasi ini berisi seluruh penyedia jasa pinjaman online yang legal. Tentu saja asosiasi juga akan mendukung nasabah yang sedang mengalami masalah terhadap penyedia jasa pinjaman online. Bahkan, nasabah bisa memberikan aduan terhadap pinjaman online yang dianggap meresahkan.

Langkah perlindungan nasabah pinjaman online

Tentu saja ada berbagai perlindungan nasabah pinjaman online yang tersedia. Jaminan perlindungan seperti ini juga bisa digunakan dengan maksimal sehingga anda terbebas dari intimidasi yang terlalu berlebihan. Pastikan juga bahwa nasabah memahami seluruh ketentuan yang berlaku. Apalagi hal ini juga berkaitan dengan keamanan data hingga kenyamanan saat membayar cicilan. Berikut ini 10 perlindungan nasabah pinjaman online yang perlu diketahui seperti:

1. Terdaftar dan diawasi OJK

Ini merupakan hal yang paling penting untuk dipahami nasabah sebelum melakukan pinjaman. Seluruh penyedia jasa pinjaman online harus terdaftar dan diawasi OJK. Ini membuktikan bahwa pinjaman online itu legal. Kondisi ini akan membantu para nasabah terhindar dari seluruh kegiatan yang dianggap merugikan. Apalagi beberapa peraturan yang telah ditetapkan OJK juga akan berkaitan dengan nilai perhitungan dari maksimal total pinjaman dan bunga yang harus dibayarkan.

2. Total biaya pinjaman

Perlindungan lain yang wajib untuk diperhitungkan seperti total biaya pinjaman. Seluruh penyedia jasa pinjaman online wajib mentetapkan total biaya pinjaman sebanyak 100 persen dari nilai prinsipal. Biaya itu termasuk denda keterlambatan, total biaya dan lainnya. Bila seluruh total nilai pinjaman sudah berada di nominal 100 persen maka nasabah tidak akan mendapatkan penambahan tunggakan lagi.

3. Maksimum bunga

Lembaga OJK sudah menetapkan bahwa nilai bunga yang diberikan pada setiap pinjaman maksima 0,8 persen setiap hari. Hal ini berlaku untuk penyedia jasa pinjaman online legal. Nilai pinjaman ini sudah dianggap cukup tinggi dibandingkan dengan pinjaman secara konvensional. Para nasabah juga harus memperhitungkan nilai bunga ini sebelum memutuskan untuk pinjaman. Semakin besar nilai pinjaman maka bunga yang harus dibayarkan juga sangat tinggi. Hal ini juga akan dipengaruhi tenor pinjaman.

4. Akses data pribadi

Nasabah juga berhak untuk mendapatkan perlindungan terhadap akses data pribadi yang tersimpan melalui perangkat smartphone. Penyedia jasa pinjaman online legal tidak bisa mengakses data pribadi dari miliki nasabah. Hal ini juga dilakukan agar penyedia jasa pinjaman online tidak menyalahgunakan data itu untuk kepentingan pribadi.

5. Cara penagihan yang dilakukan

OJK juga mengatur penerapan cara penagihan bagi para nasabah yang mengalami keterlambatan pembayaran cicilan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi intimidasi yang kerap dilakukan pihak ketiga. Penagihan itu juga diatur melalui peraturan dengan tidak melakukan kekerasan fisik hingga pemaksaan. Bahkan, cara penagihan yang dilakukan kepada nasabah juga tidak berkaitan dengan perampasan asset secara sepihak.

6. Transparansi biaya

Seluruh penyedia jasa pinjaman online wajib melampirkan dan menampilkan seluruh biaya yang ditetapkan bagi para nasabah. Transparansi biaya ini memudahkan nasabah untuk menghitung seluruh nilai pinjaman yang nantinya akan dibayarkan secara berkala. Seluruh perhitungan biaya itu juga memiliki batasan agar tidak memberatkan pinjaman. Biasanya biaya yang diberikan seperti biaya administrasi, biaya pinjaman dan lainnya.

7. Memiliki layanan pengaduan

Hal yang paling penting tentu saja pihak penyedia jasa layanan pinjaman online memiliki layanan pengaduan melalui customer service. Hal ini untuk memudahkan para nasabah untuk melakukan pengaduan bila terjadi hal yang dianggap merugikan. Pengaduan ini bisa dilakukan dengan mengirimkan pesan melalui alamat surat elektronik hingga nomor telepon khusus. Metode pengaduan yang dilakukan para nasabah juga telah diatur berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

8. Melarang informasi yang menghasut

Pihak penyedia jasa pinjaman online juga dilarang untuk memberikan informasi yang bersifat menghasut. Hal ini dilakukan untuk melindungi seluruh nasabah agar tidak mendapatkan kerugian yang lebih besar. Informasi yang dianggap menghasut seperti pemberikan nominal pinjaman, pengajuan tenor yang lebih lama, restrukturisasi pinjaman dan lainnya. Bahkan, penawaran pinjaman yang lebih mudah juga telah diatur.

9. Memiliki alamat lengkap

Ini merupakan salah satu bagian dari perlindungan yang patut untuk diperhitungkan nasabah. Setiap penyedia jasa pinjaman online wajib memiliki alamat lengkap. Hal ini untuk memudahkan lembaga yang mengawasi untuk memproses laporan dari pihak nasabah. Selain itu, alamat ini juga merupakan identitas yang paling penting bagi nasabah untuk dijadikan sebagai pertimbangan bahwa penyedia jasa pinjaman itu memang legal.

10. Data nasabah terlindungi

Hal yang paling penting tentu saja seluruh nasabah mendapatkan perlindungan terhadap data yang diberikan. Ada banyak rincian data yang biasanya diberikan nasabah saat melakukan pinjaman. Beberapa data penting itu seperti foto identitas, foto diri, kontak darurat dan lainnya. Penyedia jasa pinjaman online tentu saja tidak boleh menyebarkan data itu kepada pihak lain yang dapat merugikan nasabah.

Written by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *